Skip to content

Antara Jenggot dan Cadar

November 19, 2009
burning

Masih ingat bom bali? bom kuningan? Atau penyerbuan densus 88 ke sarang teroris…?

Dulu, sebelum teroris memorak-porandakan kampung kita, meledakkan gedung-gedung yang sudah kita bangun, laki laki dengan jenggot lebat dan celana di atas mata kaki mungkin hanya sekadar pemandangan yang terkesan ‘nyentrik’ di mata masyarakat. Namun sekarang, wanita berkerudung besar pun terlihat menakutkan di mata sebagian masyarakat. orang islam dipojokkan, dituduh dengan tuduhan yang macam macam, dicurigai, bahkan oleh sebagian orang islam yang lain hanya karena penampilannya yang mirip dengan pakaian yang dikenakan oleh para teroris. Tentu semua ini tak lepas pula dari pengaruh hembusan pihak-pihak yang mempunyai kebencian terhadap islam, entah dari orang islam sendiri, atau orang dari luar islam.

Padahal jika kita mau adil menanggapi fenomena ini, kita tentu tak langsung percaya akan apa yang dikatakan oleh orang-orang. Kita tentu bertanya-tanya minimal pada diri sendiri, apakah benar seperti itu? Apakah jenggot dan cadar itu ajaran yang diusung oleh para penganut paham teroris? Apakah bom bunuh diri merupakan syariat yang dituntunkan dalam agama islam? Hendaknya kita tidak tergesa-gesa menilai masalah ini.

Pertama, masalah jenggot dan cadar. Jenggot dan cadar bukanlah suatu ajaran yang disebarkan oleh teroris, melainkan syariat islam yang mulia yang telah dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Laki-laki wajib memelihara jenggot, dan cadar itu hukumnya sunnah bagi wanita. Jika kita belum mengetahui hal ini, maka sikap kita tidak lantas langsung menganggapnya sesat, tapi sebaiknya kita cari sumber terpercaya, informasi yang jelas, dan dalil yang benar mengenai masalah ini.

Di sisi lain, islam juga mengajarkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada tetangga, untuk menyambung tali silaturrahim, untuk tidak melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri dan atau membahayakan orang lain, dan lain-lain. Islam sama sekali tidak mengajarkan sesuatu pun yang bakal merugikan manusia. Menyingkirkan gangguan dari jalan saja, jika dilakukan dengan ikhlas, bisa mendatangkan pahala bagi pelakunya. Jika tetangga kita merasakan tidak aman bertetangga dengan kita lantaran kita suka mengganggu dia, walaupun dia orang non-islam, kita bisa berdosa karenanya. Nah, apalagi masalah yang sangat besar seperti meledakkan tempat-tempat tertentu yang dengannya dia merusak gedung-gedung, membunuh orang banyak, dan bahkan membunuh diri sendiri, sangat mustahil ajaran itu berasal dari islam.

Namun kejadian ini justru menjadi senjata bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dengan sedikit hembusan, mereka melancarkan tuduhan-tuduhan mengerikan terhadap umat islam yang berpenampilan ‘aneh’ di masyarakat. Tidak heran tuduhan mereka dipercaya banyak orang, karena orang cenderung menggenalisir penampilan orang lain. Ketika mereka memandang bahwa penampilan teroris adalah berjenggot dan istrinya bercadar, saudara-saudara kita yang ingin melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya secara benar jadi ikut-ikutan kena getahnya. Coba saja kalau teroris-teroris itu berpenampilan necis, berjas dan berdasi, orang-orang bakal mogok jadi pegawai kantoran.

Oleh karena itu, janganlah kita men-judge seseorang itu salah hanya karena kita merasa aneh dengan penampilannya, dan sebaliknya pula, jangan kita langsung terpesona oleh lantunan kata-kata yang indah yang keluar dari mulut seseorang, hanya karena dia mengucapkan sesuatu dalam bahasa arab, hanya karena dia memiliki buku yang bertuliskan bahasa arab, hanya karena dia membawakan sepotong ayat al-Qur’an untuk menghiasi kata-katanya. Segala sesuatunya harus kita kembalikan kepada hukum dari al-Qur’an dan al-Hadits sesuai dengan yang dipahami oleh para sahabat Nabi, karena merekalah yang menyaksikan turunnya al Qur’an, karena merekalah yang paling tahu apa yang diajarkan oleh Rasulullah.

Sebenarnya tulisan ini sangat jauh dari sempurna, karena tidak satu dalil pun yang saya tulis untuk mempertajam argumentasi yang saya berikan, namun paling tidak, semoga dari sini rasa ingin tahu kita akan ajaran islam yang sesungguhnya semakin besar, karena dewasa ini banyak hal yang sebenarnya di luar islam disematkan saja dengan seenaknya kepada islam. Dan paling tidak, semoga sedikit demi sedikit kita akan mengenal agama islam yang sebenarnya, yang sempurna, yang indah, yang menjanjikan kehidupan bahagia yang kekal di negeri sana, negeri akhirat…

Jika Anda ingin membaca artikel-artikel mengenai Islam, bacalah dari sumber-sumber yang terpercaya. Anda bisa mulai membaca dengan meng-klik salah satu link yang saya cantumkan di blog ini, insya allah tulisan-tulisan yang terdapat di sana bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

From → Lain-lain

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: