Skip to content

Kisah Nabi Ibrahim dan Sarah dengan Raja yang Zhalim (Bagian 1)

Desember 3, 2009
Kisah Kelima

Sumber: Kisah-Kisah Shohih Seputar Nabi dan Rasul karya DR. ‘Umar Sulaiman al-Asyqor (Guru Besar Universitas Islam Yordania)

Pengantar

Kisah ini menjelaskan bagaimana Allah menjaga Sarah, istri Ibrahim, ketika seorang thaghut (musuh Allah) hendak menodai kesuciannya dan merampas kehormatannya. Ibrahim berlindung kepada Allah, berdoa dan shalat kepada-Nya, dan Sarah berdoa memohon perlindungan Allah. Maka Allah menjadikan si fajir (pelaku maksiat) tidak berdaya dan menggagalkan makarnya (berupa siksaan) di lehernya. Allah menjaga Ibrahim dan istrinya, dan Allah mampu untuk menjaga wali-wali-Nya dan membelenggu musuh-musuh-Nya di setiap waktu dan generasi.

Nash Hadits

Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah yang berkata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, “Ibrahim berhijrah bersama Sarah. Keduanya masuk ke sebuah desa yang terdapat seorang raja atau seorang yang sombong. Dikatakan kepadanya, ‘Ibrahim datang bersama seorang wanita yang sangat cantik.’ Maka dia bertanya kepada Ibrahim, ’Wahai Ibrahim, siapa wanita yang bersamamu?’ Ibrahim menjawab, ’Saudara perempuanku.’ Kemudian Ibrahim kembali kepada Sarah dan berkata, ’Jangan mendustakan ucapanku aku telah mengatakan kepada mereka kalau kamu adalah saudaraku. Demi Allah, di bumi ini tidak ada orang yang beriman selain diriku dan dirimu.’ Maka Ibrahim mengirim Sarah kepadanya. Dia bangkit kepada Sarah. Sarah bangkit berwudhu dan shalat. Sarah berkata, ’Ya Allah, jika aku beriman kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu, dan menjaga kehormatanku kecuali kepada suamiku, maka janganlah Engkau membiarkan orang kafir menguasaiku.’ Maka nafas raja sombong itu menyempit dan dia hampir tercekik sampai dia memukulkan kakinya ke bumi.”

Al-A’raj berkata bahwa Abu Salamah bin Abdur Rahman berkata di mana Abu Hurairah berkata tentang Sarah yang berkata, ’Ya Allah, jika orang ini mati, maka mereka menuduhku membunuhnya.’ Maka dia terbebas, kemudian dia bangkit lagi kepada Sarah. Sarah berwudhu dan shalat. Sarah berkata, ’Ya Allah, jika aku beriman kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu, dan menjaga kehormatanku kecuali kepada suamiku maka janganlah Engkau membiarkan orang kafir menguasaiku.’ Maka nafasnya menyempit dan dia hampir tercekik sampai dia memukulkan kakinya ke bumi.

Abu Salamah berkata bahwa Abu Hurairah berkata, ”maka Sarah berkata, ’Ya Allah, jika orang ini mati, maka mereka menuduhku membunuhnya.’ Maka dia terbebas untuk kedua kalinya atau ketiga kalinya. Kemudian dia berkata, ’Demi Allah, kalian tidak mengirimkan kepadaku kecuali setan. Pulangkan dia kepada Ibrahim dan berilah dia Ajar (maksudnya adalah Hajar, ibu Ismail). Sarah pun pulang kepada Ibrahim. Sarah berkata, ’Apakah kamu merasa bahwa Allah telah menghinakan orang kafir dan memberi seorang hamba sahaya.’

Dalam riwayat lain dalam Shahih Bukhari dari Abu Hurairah berkata, “Ibrahim tidak berdusta kecuali tiga kali. Dua di antaranya karena Allah, yaitu ucapan Ibrahim, ‘Sesungguhnya aku sakit.’ (QS. As-Shaffat: 89); dan ucapan Ibrahim, ’Sebenarnya patung besar itulah pelakunya.’ (QS. Al-Anbiya: 63). Abu Hurairah melanjutkan, “Suatu hari, ketika Ibrahim dan Sarah berjalan keduanya melewati seorang penguasa zhalim. Dikatakan kepadanya, ‘Di sini ada seorang laki-laki bersama seorang wanita cantik.” Maka Ibrahim ditanya tentangnya, ’Siapa wanita itu?’ Ibrahim menjawab, ’Saudara perempuanku.’ Lalu Ibrahim mendatangi Sarah dan berkata kepadanya, ’Wahai Sarah, di muka bumi ini tidak ada orang mukmin selain diriku dan dirimu. Orang itu bertanya kepadaku tentang dirimu, dan aku katakan kepadanya bahwa kamu adalah saudaraku. Maka, jangan mendustakanku.’ Lalu Ibrahim mengutus Sarah kepadanya. Ketika Sarah masuk kepadanya, dia menjulurkan tangannya hendak menjamahnya. Tapi dia tercekik dan berkata, ’Berdoalah kepada Allah untukku, aku tidak mencelakaimu.’ Lalu Sarah berdoa kepada Allah, maka dia pun terbebas. Kemudian ketika dia hendak menjamahnya untuk kedua kalinya, dia tercekik seperti semula atau lebih keras. Dia berkata, ’Berdoalah kepada Allah dan aku tidak mencelakaimu.’ Maka Sarah berdoa dan dia terbebas. Lalu dia memanggil pengawalnya dan berkata, ’Kalian tidak membawa manusia kepadaku. Kalian membawa setan kemari.’ Dia memberinya Hajar sebagai pelayannya. Sarah pulang kepada Ibrahim yang sedang shalat, maka Ibrahim memberi isyarat dengan tangannya, ’Bagaimana keadaanmu?’ Sarah menjawab, ’Allah menggagalkan makar orang kafir atau orang fajir (berupa siksaan) di lehernya dan memberiku Hajar.’

Abu Hurairah berkata, “Itulah ibu kalian, wahai Bani Ma’is Sama’ (air langit).”

Takhrij Hadits

Riwayat pertama diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih-nya dalam Kitabul Buyu’, bab membeli hamba sahaya dari kafir harbi, menghibahkannya dan memerdekakannya, 4/410, no. 2217. Riwayat kedua di Kitabul Anbiya, bab firman Allah, “Dan Allah mengangkat Ibrahim sebagai khalil.” (QS. An-Nisa: 125), no. 3358.

Bukhari juga meriwayatkannya di beberapa tempat dalam Shahih-nya di antaranya dalam Kitabul Ikrah, bab jika seorang wanita dipaksa berzina, 12/321, no. 6950, dalam Kitabul Nikah, bab mengangkat hamba sahaya dan orang yang memerdekakan hamba sahaya kemudian menikahinya, 9/126, no. 5085, dalam Kitab Thalaq, keterangan tentang bab tanpa sanad, 9/387, dalam Kitab Hibah, bab jika dia berkata, aku memberimu pelayan hamba sahaya ini, no. 2635.

Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dalam Kitabul Fadhail, bab keutamaan-keutamaan Ibrahim, 4/184, no. 2371, dengan Syarah Nawawi, 15/509.

Demikian Nash Hadits dari Kisah Ibrahim dan Sarah dengan Raja yang Zhalim. Tanpa penjelasan dari ‘ulama, kita akan kesulitan mengetahui kandungan dari hadits-hadits tersebut. Silakan baca penjelasan dan kandungan hadits pada bagian kedua kisah ini.

Copyright Terjemahan dan Hardcopy buku rujukan artikel ini adalah milik Pustaka Elba

Baca juga versi tauratnya di sini.

From → Kisah Para Nabi

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: