Skip to content

Kisah Nabi Ibrahim dan Sarah dengan Raja yang Zhalim (Bagian 2)

Desember 3, 2009
Kisah Kelima (Bagian 2)

Sumber: Kisah-Kisah Shohih Seputar Nabi dan Rasul karya DR. ‘Umar Sulaiman al-Asyqor (Guru Besar Universitas Islam Yordania)

Penjelasan Hadits

Ibrahim pergi dari negerinya bersama istrinya setelah kaumnya melemparkannya ke dalam api dan Allah menyelamatkannya darinya. Ibrahim sampai di negeri yang jauh. Di sana, dia tidak memiliki pendukung. Dalam kondisi seperti ini orang-orang dzalim lagi zhalim berhasrat untuk menerkam orang seperti Ibrahim. Ibrahim menghadapi masalah ini manakala dia singgah di negeri dengan seorang raja yang sombong lagi serakah. Sang raja mendengar kedatangan Ibrahim di negerinya dengan seorang wanita yang tergolong paling cantik di dunia.

Salah satu kebiasaan mereka jika menginginkan seorang wanita adalah dengan menyiksa suaminya, jika wanita tersebut bersuami. Tetapi jika wanita itu lajang, maka mereka tidak akan mengganggu kerabatnya. Oleh karena itu, Ibrahim berkata kepada utusan raja tersebut ketika dia bertanya tentang Sarah, bahwa dia adalah saudara perempuannya, supaya selamat dari siksaannya. Ibrahim mengirim istrinya kepada laki-laki bejat itu seperti yang dia minta, karena ia percaya dengan penjagaan dan perlindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala setelah mewasiatkan kepadanya agar tidak membocorkan hubungan sebenarnya antara dia dengan istrinya. Ibrahim juga menjelaskan pandangannya dalam hal ini kepada istrinya, bahwa dia adalah saudara perempuannya dalam agama, karena di muka bumi tidak terdapat orang yang beriman selain keduanya.

Walaupun maksud Ibrahim dari pernyataannya bahwa Sarah adalah saudara perempuannya, yakni saudara dalam iman dan Islam, dia tetap menolak untuk memberi syafaat pada hari Kiamat ketika orang-orang meminta kepadanya untuk bersedia menjadi perantara kepada Tuhan mereka agar Dia memutuskan urusan mereka. Ibrahim beralasan bahwa dirinya telah berdusta sebanyak tiga kali, yaitu ucapan, “Sesungguhnya aku sakit.” (QS. Ash-Shaffat: 89), ketika mereka mengajaknya berpartisipasi dalam hari raya mereka yang syirik dan batil. Yang kedua adalah ucapannya, “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya.” (QS. Al-Anbiya: 63), ketika dia menghancurkan berhala dan membiarkan patung terbesar dengan mengalungkan kapak di lehernya, dan dia menyatakan bahwa patung besar inilah penghancur patung-patung kecil. Dan yang ketiga adalah ucapan Ibrahim dalam kisah ini kepada raja dzalim tersebut, bahwa Sarah adalah saudara perempuannya demi melindungi diri dari ancaman siksa raja zhalim tersebut.

Ibrahim mengirim istrinya kepada raja dzalim itu, dan dia bersegera melakukan shalat untuk berdoa kepada Allah dan berlindung kepada-Nya. Allah telah menjaga Sarah, istri Ibrahim, untuk Ibrahim, sebagaimana Dia menjaga diri Sarah. Begitu Sarah tiba dan orang zhalim itu hendak menyentuhnya, dia tercekik dengan keras sampai dia menjejakkan kakinya ke tanah setelah Sarah berdoa kepada Tuhannya memohon agar menghalangi makar dan kejahatan raja zhalim tersebut. Akan tetapi, Sarah juga takut jika orang ini mati, maka mereka menuduhnya sebagai pembunuh sebagaimana ucapannya, “Ya Allah, jika orang ini mati maka mereka menuduhku membunuhnya.” Allah membebaskan laki-laki itu setelah dia meminta kepada Sarah agar berdoa untuknya dan dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan buruknya.

Manakala dia terbebas, dia mengingkari janjinya. Nafsunya telah menguasai dirinya, hingga dia kembali bangkit kepada Sarah. Dia tercekik lagi bahkan lebih keras dari yang pertama. Dia kembali mengiba kepada Sarah agar berdoa kepada Allah supaya dia terbebas dan berjanji tidak akan mengganggunya. Maka Sarah mengulangi ucapannya seperti di dalam doanya, “Ya Allah, jika dia mati maka aku pasti dituduh membunuhnya.”

Setelah dua atau tiga kali, dia memanggil pengawalnya dan menyuruh mereka memulangkan Sarah kepada Ibrahim dalam keadaan utuh dan beruntung. Dia mengetahui bahwa Sarah terjaga dan bahwa si zhalim itu tidak mampu untuk menjamahnya. Sarah pulang kepada suaminya dengan diiringi oleh Hajar sebagai hadiah dari raja zhalim tersebut. Hajar adalah ibu Ismail, Sarah menghadiahkannya kepada Ibrahim dan dia menikahinya.

Dalam sebuah hadits dalam Mustadrak Al-Hakim dan Musykilil Atsar At-Thahawi, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, “Jika kalian menaklukkan Mesir, maka hendaknya kalian saling menasihatkan agar berbuat baik kepada orang-orang Qibti, karena mereka mempunyai hubungan perjanjian dan rahim.” (Silsilah Ahadis Shahihah, Nasiruddin Al-Albani, 3/362.)

Dalam Shahih Muslim tertulis, “Sesungguhnya kalian akan menaklukkan kota Mesir. Ia adalah bumi yang diberi nama Qirath. Jika kalian menaklukkannya, maka berbuat baiklah kepada penduduknya, karena mereka memiliki hak dan hubungan rahim” atau beliau bersabda, ”hak dan hubungan pernikahan.” (Muslim, no. 2543.)

Yang dimaksud oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dengan hak perjanjian, hubungan rahim atau hubungan pernikahan yang dimiliki orang-orang Mesir adalah, karena Hajar, ibu Ismail, berasal dari kalangan mereka dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam adalah salah seorang keturunannya.

Pelajaran-pelajaran dan Faedah-faedah Hadits

  1. Terjaganya istri-istri para Nabi dan Rasul. Orang-orang dzalim lagi zhalim tidak akan mampu mengobok-obok kehormatan mereka, seperti yang terjadi pada raja durhaka ini manakala dia hendak melakukan hal buruk kepada istri Ibrahim, maka Allah menjaga dan menyelamatkannya dari niat busuk tersebut.

  2. Hendaknya seorang mukmin berlindung kepada Allah Taala manakala menghadapi ujian dan kesulitan. Ibrahim berlindung kepada Allah melalui shalat ketika dia mengantarkan istrinya kepada raja zhalim tersebut; dan Sarah sendiri juga berdoa dan bermunajat kepada Allah, maka Dia menjaganya.

  3. Kemampuan Allah yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi untuk menjaga para Nabi dan para wali-Nya, serta menolong mereka dengan menangkis makar musuh-musuh.

  4. Kadangkala seorang muslim dipaksa untuk tunduk kepada angin ribut. Ibrahim berkata bahwa Sarah adalah saudara perempuannya. Ibrahim tidak mampu menolak untuk mengirimnya kepada raja durhaka itu. Sarah pergi kepadanya dan berada di satu tempat bersamanya tanpa orang ketiga, akan tetapi Allah menjaga dan melindunginya. Orang-orang yang menolak tunduk kepada angin ribut adalah orang-orang yang kurang memahami agama Allah. Seseorang tidak akan selalu mampu maju terus meniti jalannya dengan sempurna. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan para sahabat sesudahnya serta orang-orang yang berjalan di atas jalan mereka membuat perjanjian damai dalam peperangan, dan kadangkala mereka rela dengan kesepakatan yang sangat berat sebelah. Sesuatu yang di luar batas kemampuan harus diserahkan kepada Allah Azza wa Jalla.

  5. Boleh menerima hadiah dari orang dzalim bahkan kafir. Sarah menerima hadiah dari raja zhalim itu ketika dia memberinya Hajar, dan Ibrahim menyetujui istrinya menerima hadiah itu.
  6. Wudhu telah disyariatkan pada umat sebelum kita. Ketika raja durhaka itu hendak menyentuh Sarah, Sarah berdiri untuk berwudhu dan shalat, dan sepertinya wudhunya berbeda dari wudhu kita, karena bagaimana caranya dia berwudhu manakala raja durhaka itu bangkit kepadanya. Bisa jadi wudhunya hanyalah dengan mengusap wajah dan tangan, atau mirip dengan tayamum seperti kita. Maksud shalat di sini adalah doa.

  7. Dalam syariat Ibrahim diperbolehkan bertanya dengan isyarat dalam shalat tentang sesuatu yang ingin diketahui. Ibrahim memberi isyarat kepada Sarah setelah dia kembali sementara dia shalat, yakni isyarat dengan tangannya untuk mengetahui apa yang terjadi dengannya.

  8. Boleh berbincang tentang nikmat pemberian Allah kepada hamba-Nya. Sarah memberitahu suaminya dengan karunia Allah ketika menolak makar si kafir dan memberinya pelayan, Hajar kepadanya.

  9. Pernyataan Abu Hurairah bahwa Hajar adalah ibu dari orang-orang yang diajaknya berbicara dan dia meriwayatkan hadits kepada mereka.

Copyright Terjemahan dan Hardcopy buku rujukan artikel ini adalah milik Pustaka Elba

Baca juga versi tauratnya di sini.

From → Kisah Para Nabi

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: