Skip to content

Kisah Seorang Pemuda yang Melemparkan Diri

Desember 6, 2009
gedung

Di zaman kita sekarang ini, mungkin sudah jarang kita dengar kisah seperti yang akan kita baca berikut ini. Kisah yang menunjukkan ketakwaan seorang pemuda yang benar-benar terjadi di masa lalu. Kisah yang begitu indah, yang bagi sebagian orang mungkin terdengar hampir mustahil, mengingat semangat hedonisme telah merebak luas di dunia ini. Namun ini kisah nyata. Begini kisahnya…

Pada masa Bani Israil ada seorang pemuda yang ketampanannya tidak tertandingkan. Dia bekerja sebagai penjual keranjang dari pelepah kurma. Pada suatu hari, saat dia berkeliling dengan membawa keranjang dagangannya, ada seorang wanita yang keluar dari rumah seorang raja Bani Israil. Demi melihatnya, si wanita dengan cepat masuk kembali ke dalam rumah untuk memberitahukan pada putri raja, “Di pintu tadi saya melihat seorang pemuda yang menjual keranjang, tak pernah saya melihat pemuda setampan dia.” Sang putri berkata, “Suruh dia masuk.” Si wanita tadi keluar dan mengajak masuk pemuda itu.

Setelah dia masuk, pintu dikunci rapat. Lalu datanglah sang putri menemuinya dengan wajah dan bagian lehernya terbuka. Maka si pemuda berkata, “Hai, tutuplah (auratmu), semoga Allah memaafkanmu!” Dengan terus terang si wanita menjawab, “Kami tidak memanggilmu untuk membeli daganganmu, akan tetapi untuk melakukan sesuatu.” Si wanita pun mulai menggoda dan merayunya. Sementara pemuda itu berkata, “Takutlah kamu kepada Allah,” sang putri malah mengancam, “Bila kau tidak mengikuti keinginanku, aku akan beritahukan kepada raja bahwa kau masuk untuk memaksa diriku berbuat macam-macam.”

Kemudian pemuda itu mengajukan permintaan, “Tolong sediakan untukku air untuk berwudhu.” Jawab sang putri, “Oh, rupanya kau masih mencari alasan? Hai pembantu, tolong sediakan untuknya air wudhu di atas mahligai itu,” sebuah tempat yang tidak mungkin pemuda itu bisa kabur dari situ. Setelah pemuda itu tiba di mahligai, dia berdo’a, “Ya Allah, sungguh aku sekarang telah diajak untuk bermaksiat kepada-Mu, tetapi aku memilih untuk melemparkan diri dari atas mahligai ini keluar kamar dan tidak jatuh ke dalam perbuatan dosa.” Kemudian dia membaca basmalah lalu melemparkan dirinya. Saat itu pula Allah menurunkan malaikat-Nya yang memegang kedua ketiak pemuda itu sehingga dia jatuh dalam keadaan berdiri di atas kedua kakinya. Ketika sampai di tanah dia berkata, “Ya Allah, bila Engkau berkehendak, karuniakanlah kepadaku rizki hingga aku tak perlu lagi berdagang keranjang-keranjang.” Allah mengabulkan do’anya. Allah mengirimkan untuknya sekawanan belalang yang terbuat dari emas, maka diambilnya sampai bajunya terisi penuh.

Setelah itu dia berkata, “Ya Allah, bila ini merupakan rizki yang Engkau karuniakan kepadaku dari dunia ini, maka karuniakanlah untukku keberkahan di dalamnya. Tapi bila rizki ini akan mengurangi jatahku yang tersimpan di sisi-Mu di akhirat nanti, maka aku tidak membutuhkannya.” Tiba-tiba terdengar suara yang mengatakan bahwa ini hanyalah satu dari dua puluh lima bagian pahala atas kesabaranmu menaggung derita saat melemparkan dirimu dari tempat yang tinggi itu. Lalu dia berkata, “Kalau begitu, Ya Allah, aku tidak membutuhkan sesuatu yang nanti akan mengurangi jatahku yang ada pada-Mu di akhirat.” Maka diambillah kembali emas-emas itu oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sumber: Terjemahan Kisah-Kisah Nyata Tentang Nabi, Rasul, Sahabat, Tabi’in, Orang-orang Dulu dan Sekarang, karya Syaikh Ibrahim bin Abdullah al-Hazimi, terbitan Darul Haq.

From → Kisah Teladan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: