Skip to content

Open Office, Sebuah Alternatif Namun…

Desember 2, 2010

Open OfficeOpenOffice.org adalah sebuah website yang meluncurkan satu set software dengan nama yang sama, OpenOffice.org (OOo). Mungkin beberapa di antara kita ada yang belum pernah mendengarnya sama sekali, meskipun tentu banyak pula yang sudah pernah mendengarnya, bahkan memakainya.

Saya sudah pernah memakainya. Mirip Microsoft Office, OOo menyediakan aplikasi pengolah kata (OOo Word, mirip Ms. Word), pengolah angka (OOo Calc, mirip Ms. Excel), pembuat presentasi (OOo Impress, mirip Ms. Power Point), pengolah grafis (OOo Draw), dan pengolah database (OOo Base, mirip Ms. Access).

Software ini luar biasa kalau boleh dibilang. Saya sudah pernah menggunakannya, terutama OOo Word. Kenapa luar biasa? Karena dia mampu membuka banyak file-file dengan file extension khas Ms. Word -aplikasi umum yang kita gunakan-, dan dia adalah software Open Source.

Saya tidak tahu persis seberapa tinggi semangat creator dari software ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk bisa menikmati software-software berkelas yang dibutuhkan sehari-hari at no cost, gratis, tanpa membayar, tanpa membeli lisensi, tanpa harus meng-install bajakannya karena tidak punya uang untuk membelinya.

Namun yang namanya software gratis, tentu memiliki kekurangan dibandingkan software berbayar. Nah, demikian pula OOo. Bila dibandingkan dengan Ms. Office, fitur-fitur dan tampilan OOo cukup tertinggal. Namun sebenarnya ini hanya masalah kebiasaan. Coba kalau masyarakat Indonesia terbiasa menggunakan OOo dari dulu, kemungkinan software Ms. Office bajakan akan jarang orang yang beli.

Semangat menggunakan software asli di Indonesia sepertinya masih kurang. Coba sekarang, mana institusi yang menggunakan OOo sebagai software utama di lab komputer mereka? Mana perusahaan yang menggunakan OOo sebagai aplikasi pengolah data di kantor mereka?

Open Office sebagai software alternatif memang sudah cukup memadai untuk kita gunakan sehari-hari, namun…

  • Fitur-fiturnya masih kurang bila dibandingkan dengan Ms Office.
  • Kesadaran masyarakat Indonesia masih kurang dalam menggunakan software asli atau software-software Open Source. Kita lebih suka menggunakan software bajakan.
  • Kurang adanya trigger yang kuat untuk memasyarakatkan Open Source Software.
  • Dll.

Hmm..Padahal berapa uang yang bisa dihemat ketika perusahaan, sekolah, badan pemerintah, universitas, lebih memilih menggunakan OOo daripada software berbayar? Hmm..

———————–

From → Teknologi

2 Komentar
  1. info menarik.. makasih udah di share..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: